Masalah Dana Dalam Sarana Dan Prasarana Pendidikan

Persoalan dana merupakan persoalan yang paling krusial dalam perbaikan dan pembangunan system pendidikan di Indonesia, dan dana juga merupakan salah satu syarat atau unsure yang sangat menentukan keberhasilan penyelengggaraan pendidikan. Selam ini dikeluhkan bahwa mutu pendidikan nasional rendah karena dana yang tidak mencukupi, anggaran untuk pendidikan masih terlalu rendah. Padahal kalau mau belajar dari bangsa-bangsa yang maju bagaimana mereka, justru mereka berani “secara nekad” menempatkan anggaran untu pembiayaan pendidikan melebihi keperluan-keperluan yang lain.
UU No 20 Tahun 2003 tentrang Sistem Pendidikan Nasional sebenarnya sudah mengamanatkan tentang pentingnya alokasi anggaran dana untuk pembiayaan dan pembangunan pendidikan ini. Dalam pasal 49 ayat (1) dikemukakan bahwa “Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sayangnya, amanat yang jelas-jelas memiliki dasar dan paying hokum tersebut dengan berbagai dalih dan alasan sampai saat ini masih belum dilaksanakan. Sementara itu di daerah baik para eksekutif maupun legislative msih sibuk berdebat dan “ sok pinter” –nya. Sehingga menimbulkan kesan bahwa pendidikan merupakan bagian dari pembangunan yang belum diprioritaskan. Dana masyrakat yang selama ini digunakn untuk membiayai pendidikan belum optimal teralokasikan secara proporsional sesuai dengan kemampuam daerah. Terserapnya dana masyarakat kepusat membuat daerah menjadi semakin tidak berdaya membiayai penyelenggaraan pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan sangat tergantung pengadaannya dan pemerintah pusat.
Sementara itu dalam konteks pembiayaan, dengan diberlakukannya otonomi daerah, maka anggaran pendidikan dialokasikan pada APBD. Terlihat jelas biaya penurunan pendidikan penyelenggaraan pendidikan. Hal ini disamping pemahaman pimpinan daerah terhadap pendidikan, banyak yang masih sangat terbatas, tidak jarang mereka juga menempatkan pembangunan pendidikan bukan berada pada skala prioritas. Umumnya di daerah, termasuk pimpinan daerah ( Gubernur, Bupati, Walikota), DPRD dan pengambil kebijakan yang lain, bila bicara tentang pendidikan semua sepakat merupakan sesuatu yang sangat penting dan harus menjadi prioritas pembangunan. Namun, ketika sampai pada tahap implementasi dan pengambilan kebijakan, terutama menyangkup penganggaran pendidikan di APBD, semuanya tidak ada lagi yang mampu berbuat banyak. Bagi pimpinan daerah pendidikan mungkin saja merupakan prioritas yang keberapa setelah mobil dinas, rumah dinas, proyek-proyek fisik lain dan sebagainya.
Dalam konteks ekonomi, pada dasarnya pendidikan merupakan investasi panjang yang hasilnya tidak bisa dilihat satu dua tahun, tetapi jauh kedepan. Sebagai suatu konsep utama, yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit) pendidikan. Berkaitan dengan biaya pendidikan ini sendiri, menurut Ace Suryadi (2004: 181) terdapat agenda kebijakan yang perlu mendapat perhatian serius, yaitu (1) besarnya anggaran pendidikan yang dialokasikan (revenue) (2) aspek keadilan dalam alokasi anggaran (3) aspek efisiensi dalam pendayagunaan anggaran ; dan (4) anggaran pendidikan dan desentralisasi pengelolaan.
Sementara itu dalam bidang perlengkapan, sering kali terjadi rebutan aset, dan pada umumnya aset departemen beralih menjadi aset provinsi. Pengaturan penggunaan aset belum tentu sesuai dengan beban tugas masing-masing instansi dinas. Sementara proses penghapusan barang melalui waktu yang lama dan birokrasi yang sangat panjang.

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: